Catatan seorang lelaki dengan ketabahan

by - 6:59 PM

Kamu masih disakitin dia ? Iya aku tau kok, meskipun kamu belum bilang, tapi aku tau dari tatapan matamu. Walaupun kamu gak pernah cerita apapun kalau lagi bahagia sama dia, tapi mewek dan curhat sama aku kalau lagi ada masalah, bagi aku gak ada masalah. Kamu sering nanya ke aku kenapa aku masih belum pacaran, aku selalu jawab "Besok aku pacaran, kalau udah jadian sama kamu". Kamu malah selalu ketawa, selalu nganggap keseriusan aku lelucon. Padahal aku ngomong gitu gak lagi stand up comedy, itu dari hati aku. Aku memang benar-benar nungguin kamu sampai aku lupa kalau aku sedang menunggu.

Minggu kemarin, dirumahku kamu curhat soal cowokmu yang berhari-hari tanpa kabar dan gak ada ketemu, kamu curhat sambil netesin airmata. Walaupun aku merasa agak berdosa karena aku menghapus air matamu dengan tanganku, aku sadar ketika itu sedang menghapus airmata kekasih orang lain. Tapi biarlah, toh cowokmu juga salah. Dia membuatmu begitu mencintainya lalu membiarkan dirimu terlunta-lunta tanpa kabar darinya. Tapi aku masih tetap merasa berdosa.

Tiap malam minggu, kamu biasanya ngapel dengan cowokmu. Tapi malam minggu itu, ketika aku sedang sibuk mengelap Monny diteras rumah, kamu datang dengan wajah masam. Aku tau kamu sedang ada masalah, mustahil bila kamu datang tanpa masalah padaku, karena aku tau aku hanya tetap menghapus airmata bagimu. Bukan tempat berbagi tawa. Malam itu kamu bercerita tentang cowokmu yang hari demi hari berubah, dia tak seperti dulu lagi. Udah gak care, udah cuek, udah berubah deh katamu. Aku memberimu banyak nasihat. Aku bilang padamu kamu mesti lebih kuat lagi, mempertahankan hubungan ini dan melupakanku ketika kondisinya memang sudah pulih dan kembali mesra dengannya. Aku tak berani mengelap airmatamu ketika itu, kamu curhat sambil dilihat oleh ibuku yg ketika malam itu bersiap membuat ketupat untuk lusanya lebaran. Meskipun begitu, ibuku tahu bahwa aku mencintaimu sejatinya, bahkan hingga aku lupa berapa banyak luka yang harus aku tanggung perihnya. Malam itu kita makan bersama. Ada ayahku, ibuku, kamu juga aku. Ibuku sengaja memasak ayam bumbu, lauk kesukaanmu. Agar tangismu reda ketika memakannya. Kamu pulang dengan kekenyangan. "Besok pagi aku bakal gendutan nih".Katamu sambil menghidupkan motor matik merah jambumu.

Kamu pernah nanya "Apa semua lelaki hanya berjuang diawal saja, lalu setelah perempuan jatuh hati dia mengabaikannya ?". Pertanyaanmu amat sinis sekali. Aku menjawab tidak. Sebab, bagiku cinta tak perlu perjuangan. Ketika kamu merasa berjua, ketika itu cintamu mulai pudar. Entah dari siapa aku tahu tentang itu, tapi setidaknya hal itu bisa membuat pertanyaanmu terjawabkan, meski tak sesempurna pacarmu yang ketika itu kamu sendiri tak tahu dia dimana, bersama siapa, dan sedang berbuat apa. Cinta tak butuh perjuangan.

Sore tadi puncak dari segala tangis yang kamu alami. "Aku bukan satu-satunya, fan. Ada perempuan lain. Cowok brengsek ! Semua cowok sama aja". Semua cowok sama aja ? Entah darimana kamu bisa menyimpulkan bahwa semua cowok sama aja sebelum kamu belum pernah mencoba semua lelaki. Termasuk aku sendiri, lelaki yg telah kau buat patah hati berkali-kali.

Artikel ini hanya fiktif belaka, jangan tanya ceweknya siapa. Aku jomblo tapi gak pakai ngenes kok. Serius.

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian