Hari guru dan buk Winda

by - 7:34 PM

Tulisan ini dibuat atas dasar kejenuhan rutinitas dan keberhasilan lari dari kenyataan. Seminggu terakhir disibukkan dengan persiapan untuk memperingati HUT PGRI, hut guru, guru-guru muda juga, seperti disekolahku ada buk Winda Kusuma. Disekolahmu kini atau dulu ada siapa ?

Aku prihatin atas kurangnya rasa cinta dan hormat para siswa kepada guru, apalagi (jika) pada buk Winda. Meskipun guru-guru bukan jones, aku yakin guru juga perlu cinta dari siswanya, entah cinta yang buta, rabun, atau yang masih normal penglihatannya. Soal hormat, toh guru bukanlah bendera, meskipun beberapa guru yang mengajar eksakta dan nggak care ke penampilan punya body ramping laksana tiang bendera. Ah, gak mau bicara banyak lagi, nanti aku dikenai pasal penistaan guru. Meskipun aku pernah dinistakan mantan, toh aku berusaha untuk tidak menistakan siapapun, termasuk guru, diri sendiri, teman-teman, orangtua, wabilkhusus buk Winda Kusuma

Mencintai guru itu perlu dan kiranya penting. Sebab, bila kita telah mencintai guru kita, secara tidak langsung kita akan mengikuti pelajarannya dengan menyenangkan, seperti hari-harimu bersama kekasih, menyenangkan bukan ?
Menghormati lebih penting lagi. Dia akan membuat kamu merasa segan atau mungkin kasarnya jadi patuh terhadap nasehat baik para guru.

Setelah menulis tulisan diatas, aku jadi tau bahwa aku belum melakukan apapun yang ku imajinasikan.

SELAMAT HARI GURU !

Terakhir : Terimakasih pada mantan telah mengajarkanku betapa perihnya perpisahan dan kemudian pelan-pelan saling melupakan

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian