[Cerita] Cinta Tidak Perlu Pengorbanan - Sudjiwo Tedjo

by - 7:47 PM

Malam ini sepupuku menelpon.

"Bang, bisa pinjam uang ndak ?"
"Lah, buat apa ?"
"Pinjam bang, aku lagi kesulitan"
"Aku kan perlu tau uang yang kupinjamkan kau belikan untuk apa"
"Duh, gimana ya"
"Uangnya buat apa ?"
"Anu bang, pacarku besok ulang tahun. Aku lagi bokek, ada uang cuman bisa buat beli bensin kerumahnya"

Sejenak aku diam, aku merasa ada unsur ketulusan dari sepupuku dalam peminjaman uang ini.

"Yaudah, kau kerumah sekarang"
"Oke bang. Tunggu ya"

Secara awam, aku melihat sepupuku sedang berkorban untuk pacarnya. But in different angle, aku sama sekali ndak melihat dia berkorban. Dari dia bicara, gestur dia bertemu denganku, aku tau dia memang benar-benar mencintai pacarnya yang besok pagi berulang tahun. Ini soal ketulusan. Bisa saja dia bersikap dingin atau menghilang besok pagi, kemudian anteng gitu aja. Tapi dia melakukan sesuatu untuk lari dari ke-bokek-annya.

👼 Sujiwo Tejo pernah bilang,

"Cinta tak perlu pengorbanan. Ketika kamu merasa berkorban, ketika itu juga cintamu mulai pudar"
Aku sangat setuju dengan kalimat ucapan beliau. Toh, bilamana kamu merasa merugi mengantar kekasihmu pulang, saat itu juga kamu bukan menjadi pacarnya, namun hanya sedang melakukan transaksi. Dan mohon maaf, sikapmu bisa kuartikan sebagai prostitusi terselubung.

Cinta itu urusan hati, dia tumbuh dari dalam hati manusia itu sendiri. Bila kamu memberikan bunga, cokelat, atau mentraktir pacarmu, laki-laki maupun perempuan, lalu kamu merasa sedang berkorban, disana hati mulai disingkirkan dan logika mulai digunakan. Maka hubungan kalian bukan soal perasaan, tapi hitung-hitungan.

Maka ketika menulis postingan ini, ada haru sekaligus kagum melihat sepupuku mulai mempraktikkan bagaimana cinta dalam hubungannya. Meskipun aku masih curiga cintanya itu cinta gorilla.


Irfan H Yusmartin << SEORANG JOMBLO BERARAT 😂 [Hacked ~ Topi Hitam]

Calon menantu amak pajie tu = Dari Hongkong?

You May Also Like

1 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian