Semua warga SMAN 1 Kampar timur, percayalah

by - 7:28 PM

Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih telah mengunjungi blog saya yang sederhana ini. Terimakasih.

Sudah hampir empat bulan, saya menjadi pemimpin disekolah kita, SMAN 1 Kampar Timur. Sekolah yang saya cintai dari gerbang, parkiran hingga kantin Imun sampai aula dan tobek disampingnya. Tempat yang sudah kita ciptakan begitu banyak kenangan manis hingga tangis didalamnya. Sekolah yang mengajarkan kita banyak hal, ilmu hingga pengetahuan baru, bahwa singa sesungguhnya bukan hanya nama fauna tetapi ditempat ini menjadi ejekan terhadap seorang guru dengan segala gunting, surat pemanggilan dan cat semprotnya(baru-baru ini sepatu non-hitam dicat, re:alumni). Ya, aku mencintai SMAN 1 Kampar Timur dengan caraku sendiri, menjadi ketua osis dan tetap menjadi diri sendiri ketika menjabat. Dan ini berat.

Didunia ini banyak topeng, ada topeng scream, vendetta, reog hingga topeng kepalsuan. Siapa boleh pakai topeng apa, tapi tak boleh apa sembarang topeng, sebab lain topeng lain tempatnya. 

Aku menjadi ketua osis dengan caraku sendiri, ditunjuk dari jurusan underdog dan kampanye tanpa visi misi yang jelas dan 600 dari 800 suara yang masuk memilihku. Apa yang kalian inginkan dariku ? Jangankan pintar, masuk kategori standar saja aku ndak mampu. Ini yang membuatku berpikir bahkan jauh sebelum kabut asap benar-benar hilang dari Riau.

Hari ini, aku masih menjadi ketua osis. Aku meminta maaf kepada kalian bila rambutku sedikit panjang, ujung celanaku dikecilkan, atau aku kekantin ketika jam pelajaran dan suka bicara kotor. Aku minta maaf soal ini. Ketahuilah, aku hanya ingin jadi diri sendiri bahkan ketika aku dihadapan pak Kiram sekalipun.

Ketika rambutku agak panjang, itu bukan karena caper. Ini soal pemberontakan terhadap tetek bengek yang bersifat normatif. Soal celanaku, aku melihat celana yang ujungnya kecil sebagai alasan bahwa awal dan akhir mestinya memang jauh berbeda, soal esensi. Kekantin ketika jam belajar itu tentang bagaimana memanfaatkan waktu belajar kalian jadi lebih baik. Jangan munafik, guru dikelas banyak yang ndak mengajar bagaimana mestinya kok. Daripada waktumu terbuang sia-sia, bukankah lebih baik kau kekantin untuk memberi sedikit rasa nyaman bagi perutmu ? 

Soal bicara kotor, ini memang tak akan dibenarkan siapapun. Cantik atau jelek itu relatif, bersih dan kotor mungkin mirip. Ini bagiku hanya soal kebebasan berekspresi yang didukung UUD 1945 pasal 28. Selama aku tidak mempercarutkan papa mama kalian, atau melakukan praktik #HateSpeech, maka menurutku kalian dengan dalih apapun tak berhak membungkam mulutku. Tentang dosa atau pahala, mari kita serahkan pada Allah 'azza wajalla. Alfatihah. Amiin

Maka diakhir tulisan ini, saya mohon maaf kepada kalian, warga sekolah SMAN 1 Kampar Timur atas segala tindakan saya yang menurut kalian tidak bisa diterima, tapi percayalah saya menjadi diri saya sendiri ketika memimpin kalian. Percayalah.

Saya minta maaf sebesar-sebesarnya.




Irfan H Yusmartin


Calon menantu amak pajie tu

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian