Catatan pikiran dan keresahan

by - 7:46 PM


Aku ini pemikir, apa-apa dipikirin, mungkin besok jadi filsuf atau pemerhati tetek bengek kehidupan. Juga suka berlebihan terhadap sesuatu. 

Sebentar lagi tamat SMA. Akan banyak opsi-opsi kehidupan yg bakal dipilih. Kecemasan ada dimana-mana. Dikamar, diruang tamu, didapur sampai diatas jamban pun agaknya ada kecemasan. Ya, kecemasan listrik padam dan harus buang air dalam kegelapan. Hehe

Aku sering berpikir sendiri, untuk apa sih aku hidup. Apa aku hidup untuk ngopi, beli gorengan, nongkrong bareng teman atau hidup mapan seperti yang dicita-citakan fans Mario Teguh ? Atau mungkin aku hidup untuk membuat orangtuaku bahagia, membelikannya Mercy s-class atau kelak mengajak pasangan berbulan madu di kep. Hawaii ?

Ternyata, hidup tak seinstan kita memasak Indomie kuah. Atau semudah kita menolak brosur yg diberikan sales promotion dipintu pusat perbelanjaan. Lebih dari itu, hidup ini kompleks dan bertingkat seperti hamparan sawah terasering yg ada di Bali. Bila kita dilahirkan dipuncak, kita akan senang. Kita tak perlu mendaki untuk sampai ketempat tertinggi, kita sudah disana. Namun, bila kita terjatuh, kita yg tak terbiasa akan kesulitan luarbiasa untuk mendakinya kembali. Jika kita terbiasa mendaki, seterjal apapun yg akan didaki toh sudah biasa, sudah lumrah dan ndak capek-capek bener buat ngedaki. Daki loh, yg dikulit kalau digesek ada hitam-hitamnya itu. Heuheu.

Makin kesini, makin banyak mikir "Besok bisa jadi apa ?". Coba bayangkan, aku yg kurus, mata minus 4, suka nulis, suka motret, suka politik dan pernah dapat skor TOEFL 400 ini bisa jadi apaa ? 

Kalau aku konsultasi ke guru bk, aku bakal dikasih pertanyaan diluar substansi yg aku tanyakan. Guru bk disekolahku akan bertanya, "Kamu sarapan pagi dirumah, solat 5 waktu full apa ga, kaos kaki warna apa, tiap pagi salam cium tangan ga sama orang tua, atau nanya berapa kali aku singgah dikedai iyuk setiap minggunya".

Duh

Tapi kemarin aku konsul ke temanku, zul, 29 tahun, seorang mekanik dibengkel pribadinya. Dia rasional dan bijak sekali tanpa menye-menye ke hal lain. Dia bilang, "Jan terlalu dipikirkan, kalau ga samamu, toh sama orang lain pacarmu juga meritt". Aku terdiam sambil merenung dalam sekaliiii.



Di saat kunikmati, hidup ini indah. Dan langsung pusing ketika mulai kupikirkan.—Pidi Baiq



Irfan Hidayat Yusmartin



Calon menantu amak pajie tu

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian