Review film Transformers 5: The last knight

by - 12:49 PM


Hasil gambar untuk transformer the last knightBeberapa pekan terakhir mungkin menjadi pekan yang paling dditunggu para pecinta franchise transformers. Maklum, film Transformer dengan budget produksi 260 juta USD (setara 3,4 Triliun Rupiah) ini bisa disaksikan dibioskop kesayangan. Meskipun banyak kritikus yang meremehkan bahkan meberikan film-film Transformers sebagai film yang jelek, nyatanya animo para pecinta film ini tetap tak lekang oleh kritikan pedas. Pada Rotten Tomatoes, film ini mendapat rating 15 %, setara dengan bunga cicilan mobil. Heuheu.

Michael Bay, Sutradara kelima film Transformers ini punya kejutan di tiap scene film, meskipun beberapa scene terbilang mudah ditebak dan cenderung membuat kita terlalu berpikir jauh dari alur film. Peter Travers dari Rolling Stone bahkan mengejek Michael Bay dengan memberikan zero-star untuk film ini. Kontroversi juga berdatangan, Michael Bay yang menggunakan Blenheim Palace, Oxfordshire sebagai markas NAZI. Para veteran marah besar karena ada bendera Nazi yang tergantung di tempat kelahiran Winston Churchill, pahlawan Inggris, dijadikan tempat syuting. Ini membuat seolah-olah Blenheim palace bermutasi. Menanggapi kontroversi itu, Bay pun memberi tanggapan

“Saya bukannya tak menghargai para veteran. Banyak orang yang tak punya kesempatan untuk membaca skenario, dan mereka tidak tahu kalau Churchill adalah pahlawan besar di film ini. Churchill akan tersenyum,” tutur Bay.
 Diawal fim ini, pononton disuguhkan mitologi masa lampau. Konon, menurut film ini, sihir sejak dulu kala dibawa alien yang datang kebumi. Sihir ini yang membuat kemenangan pasukan Merlin, si penyihir merangkap pemabuk yang ga bener. Ide cerita bagus, tapi story teller nya lambat untuk sekaliber film action. Ketika pertengahan, makin banyak adegan yang sebenernya ga perlu, ditambah lagi konflik yang ga jelas siapa lawan apa jika kita tidak mencermati dengan seksama. Jokes ringan pun rasanya tak mampu mengobati kesalahan story-tellingnya. Meskipun beberapa kali Laugh out loud. but, ga kebayar lunas.

Diakhir cerita, fungsi tongkat merlin tadi rasanya ga bikin film menjadi wah dan spektakuler. Cade Yeagger yang dibaptis jadi pemimpin pun perannya tak se-gagah film pendahulunya. Karakter kuat Cade yg dibangun di awal film malah hilang di pertempuran akhir, jangankan berantem atau megang senjata api, Pun, ketika Optimus dan Bumblebee bertarung, hal yang membuat Optimus sadar adalah hal yang ga disangka, suara. Suaraaaa, dengarkanlaahhh akuuuuuu,

Viviane pun rasanya tak menjual apa-apa dari film ini, jika throwback ke film sebelumnya, tentu siapapun akan setuju bahwa Megan Fox memang lebih hot dan membuat film lebih berwarna dan bercerita. Tapi paling tidak, kita jadi tahu siapa pencipta autobot, perempuan yang tersesat ditengah gurun.





Satu-satunya yang berkesan : Ciuman Cade dan Vivianne


Rate : 2/5

Satu lagi, dimana Roman Pearce ?

You May Also Like

2 komentar

  1. Keren nih. Ga kerasa dh sekuel ke5 aja

    ReplyDelete
  2. film transformer paling jelek yang pernah saya tonton, garing banget nih film membosankan serius

    ReplyDelete

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian