Insya Allah Sah : Sebuah Parodi Pra-pernikahan

by - 11:27 AM

Lebaran usai, film-film lebaran pun bermunculan ddibioskop kesaayangan. Ada yang ditunggu, ada pula yang dianggap remeh. Salah satu film yang mungkin, Sebelum film ini tenggelam dalam kerennya ekspektasi film superhero Marvel, saya berkeingininan untuk menulis review, walaupun agaknya masih awam dalam urusan perfilman. Hehe.
Hasil gambar untuk film insya allah sah

Film ini dibintangi Titi Kamal, salah satu aktris yang sudah malang melintang dalm dunia hiburan indonesia, dipaddukan dengan aktor sekaligus komika Pandji Pragiwaksono yang memerankan Raka, Manager grup nasyid yang hiper-relijius sekaligus polos na'uzubillah. Richard Kyle pun tampil sebagai -calon- suami Silvi (Titi Kamal). Dari judul, kita dapat berekspektasi bahwa film ini sejatinya mengandung humor yang hanya akan dimengerti agama tertentu, tapi ketika film sudah dimulai, nyatanya jokes hingga dialog bisa dipahami tanpa harus mengerti agama islam. Dialog-dialognya mudah dipahami siapa saja. Alurnya pun bisa dibilang santai, mudah dipahami. Tidak mondar-mandir dan bikin gagal paham, sehingga siapapun yang menontonnya akan mengerti tanpa perlu banyak mikir.

Disisi lain, tokoh-tokoh pembantu berperan banyak dalam membuat film ini sukses dan menghibur penonton. Bagaimana tidak, bintang besar bermin disini, sebut saja Joe P Project, Deddy Mizwar, Fitri Tropika-na Slim, hingga Prilly Latuconsina dan Lydia Kandou kebagian  job difilm ini. Satu lagi yang perlu diingat, Benni Setiawan memang jago dalm urusan membuat film dengan alur yang ga muluk-muluk.

Sedikit tambahan, film ini tidak menunjukkan bagaimana proses Silvi berubah. Padahal, bila ingin, Benni Setiawan bisa saja membuat jokes-jokes receh bin ajaib dalam proses perubahan itu. Konflik yang dihadirkan pun rasanya terlalu menyita waktu, membuat penonton seakan-akan bertanya, kok Silvi cantik apes mulu. Cantik aja apes, apalagiii....... ah sudahlah


Rate : 3/5

You May Also Like

1 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian