Bullying, Depresi Dan Bunuh Diri

by - 4:39 PM

Beberapa bulan yang lalu, aku sempat berkenalan dengan seorang perempuan. Usianya 19 tahun, setahun lebih tua daripadaku . Dia tinggal disalah satu kota besar dipulau Jawa, tetapi karena liburan, dia mengunjungi rumah neneknya yang berada di Pekanbaru. Rumah neneknya cukup dekat, kurang lebih 30 menit dari rumahku. Perkenalan tidak berjalan alot, semuanya berjalan normal dan menyenangkan. Tentu ada rasa senang ketika kita berkenalan dengan orang baru, apalagi orang tersebut memiliki kesamaan passion dengan kita. Beberapa minggu setelah perkenalan itu, kami mulai bicara tentang banyak hal, tentang kehidupan kampus, tentang perjalanan sampai topik yang membuat aku sadar bahwa aku memang harus peduli dia.

Dia bercerita banyak soal kehidupan sosialnya. Awal mulanya dia hanya bercerita tentang bagaimana keluarganya, bagaimana dia melewati masa kecilnya dengan bermain layang-layang bersama teman-temannya, sampai pada puncak ceritanya, dia bilang sudah tidak ingin lagi hidup. Rasanya hidup dia begitu sulit sampai dia seringkali berpikir untuk bunuh diri. Ketika itu, aku sadar, aku memang harus mendengarkannya, itu saja.

Permasalahan yang dia hadapi cukup kompleks, keluarga, ekonomi sampai dengan kehidupan kampus. Dia bercerita bahwa dia mengalami tindakan Bullying dikampus. Aku terkejut mendengarnya, kampus tempat dia belajar adalah salah satu kampus negeri yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Institusi pendidikan yang sejatinya diisi para calon akademisi yang intelek, malah melakukan hal-hal yang sebenarnya hanya boleh dilakukan oleh mereka, kaum barbar. Aku terus mendengarkan ceritanya, karena ga ada hal lain yang bisa aku lakukan selain mendengarkannya Dia bercerita, kampus seolah-olah seperti neraka baginya. Meskipun semester kemarin bisa dapetin IP 3,7, dia merasa tersiksa untuk datang ke kampusnya. Setiap kali dia datang ke kampus, ia selalu menggunakan handsfree, agar dia ga mendengar apa yang orang lain katakan. Bitch, please, dengerinnya aja aku udah sedih. Aku terus mendengarkannya, sampai dini hari kadang kami masih bercerita via chat. Kami bertemu, sekali. Ketika kami bertemu, dia tetap bercerita tentang keinginannya untuk bunuh diri.

Tadi malam, ketika dia sudah pulang ke kotanya, dia merasa gusar lagi. Dia menghubungiku. Dia bercerita akan bunuh diri secepatnya, dan aku harus datang ke pemakamannya. Mungkin ini seperti lelucon, tapi aku percaya ini bukan guyonan. Sedikit banyak aku merasakan lukanya. Dia bilang ingin sekali mati didalam bathtub, dengan cara yang smooth, melukai pergelangan tangannya, aku bilang bakal perih banget. Dia punya rencana B, minum pil CTM sebanyak mungkin dan aku bilang kalau sesak nafas itu nyusahin banget. Dan konklusi dari pembicaraan itu sebuah pertanyaan darinya "Kalau tuhan maha mendengar, kenapa dia ga cabut aja nyawaku, kan aku mau". Aku membalas pesannya hati-hati sekali karena orang-orang dalam keadaan ini rentan sekali. Aku akhirnya mengalihkan topik ke game Mobile Legend, karena kalau diomongin lebih panjang bakal bikin dia mikir 13 cara buat ngeakhirin hidupnya.

Sudah banyak kasus bunuh diri karena bullying di indonesia. Kenapa banyak? Karena selera humor kita begitu authentic sekali. Banyak diantara kita yang senang mentertawakan orang lain. Ditambah lagi, ketidakmampuan kita dalam menghargai pendapat dan pandangan orang lain. Ada diantara kita yang begitu mudah menjudge orang lain kafir, antek PKI, dsb. Meskipun tidak aku pungkiri, beberapa kali aku pernah meledek teman dan dia merasa tersinggung. Aku lantas meminta maaf. Tapi dari dalam diri, aku berusaha untuk sebisa mungkin tidak mem-bully karena alasan apapun. Aku memulai perubahan dari diriku sendiri, aku mulai mendengarkan mereka yang merasa hidupnya kacau. Aku tak ingin lagi ada bunuh diri karena dibully, karena alasan ekonomi, atau karena apapun, siapapun.

"Hari ini sudah 40 persen akibat bullying anak-anak bunuh diri. Dan memang bullying itu menyebabkan frustrasi," kata Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial Republik Indonesia saat memberikan pemaparan di depan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya pada akhir 2016 lalu (dilansir dari Liputan 6.com). Ini menunjukkan angka yang terlihat dipermukaan, yang dilaporkan. Masih banyak korban bullying yang tidak disorot media, atau mereka yang bunuh diri tetapi pihak keluarga tidak ingin publik mengetahui.

Pada postingan ini, saya hanya ingin mengajak siapapun, khususnya generasi muda untuk berhenti mem-bully. Masih banyak hal lain yang bisa kita tertawakan. Selain itu, mari juga perhatikan disekeliling kita, barangkali ada mereka yang hidupnya mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan, kita saling menguatkan, kita mendengarkan keluhan mereka, dan tidak memberikan nasehat yang offensive. Jika sudah terlanjur mengalami depresi, sebisa mungkin memberikan informasi tentang psikiater ataupun psikolog dikota mereka yang kiranya bisa dijadikan tempat konsultasi dan mendapatkan terapi. Informasi tadi begitu penting, agar kita dapat membuat mereka tetap bersemangat dan berhenti berpikir mengakhiri hidup.Mari saling menguatkan.

You May Also Like

16 komentar

  1. Dan kebanyakan orang yang bunuh diri berawal dari bullying

    ReplyDelete
  2. Dengan mem bully, dapat merusak mental dan jiwa seseorang, Sehingga tak heran jika banyak yang bunuh diri..

    ReplyDelete
  3. Faktor psikologis memang sakitnya tidak nampak, tapi sangat membekas dan bisa berbahaya ke depannya.. Nice article

    ReplyDelete
  4. Bully kayaknya udah jadi hoby banyak orang, termasuk saya :(

    ReplyDelete
  5. wah segitunya ya ampe ada yang bunuh diri

    ReplyDelete
  6. wah betul tuh gan bahaya banget kalo kita kena bully :(

    ReplyDelete
  7. Sebenarnya oranng yang mengatakan berkali2 ingin bunuh diri kepada orang lain itu artinya mereka memberikan sinyal
    Please help me atau tolong perhatikan saya kepada orang lain
    Bukan berarti dia benar3 mau bunuh diri jadi coba untuk lebih dekat kepada mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap benar sekali. Orang kalau bunuh diri nggak akan bilang orang lain.

      Bisa jadi ceweknya demen sama TS cuma nyari cara biar si cewek tetap dipedulikan #maybe :p

      Ayo mas Martin, coba dekatin itu cewek. Atau coba aja nyatain cinta. Nice banget kan gue?!! :v

      Delete
  8. sebenarnya pelaku bullying itu dipacu dari lingkungan sekitar dah orang2 terdekat, jadi menurut saya ya jangan deh bergaul sama orang2 kaya gitu :D

    ReplyDelete
  9. sanagt berbahaya. Yuk terus kampanyekan anti bully gan.

    ReplyDelete
  10. memang sngat gak bagus buat mental ke depannya apa lgi di lkukan ke anak2 yang blm ngerti apa2

    ReplyDelete
  11. sekarang bullying tak hanya terjadi di dunia nyata gan tapi di dunia maya berbentuk cyberbullying dan lebih menyakitkan lagi.

    ReplyDelete
  12. Indonesia mah terkenal sama cyber bullying... Sekarang harus Stop bully ..

    ReplyDelete

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian