Perkembangan Indonesia Dalam Berbagai Hal Pada 72 Tahun Kemerdekaan

by - 4:21 PM

Sebelumnya, saya mengucapkan dirgahayu Republik Indonesia yang ke-72, semoga diusia baru kemerdekaan ini kita mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti membakar terduga maling amplifier, menyinyiri foto olyolyolyjoo dsb. Bagi kebanyakan orang dinegara kita, dugaan publik adalah kebenaran haqiqi dan negara kita memiliki sistem pemerintahan demokrasi, maka siapapun boleh bertindak atas dasar dugaan dan rame-rame.



Menyambung kalimat yang tertulis dalam logo yang dikeluarkan Mensesneg, "Indonesia kerja bersama", mari kita bekerja bersama, bekerja keras demi nusa, bangsa, ormas agama, dan masyarakat, agar bangsa kita bisa menjadi bangsa superpower dan tidak mudah diobok-obok bangsa lain. Ayo bekerja, tapi sekedar mengingatkan pada quotes Buya Hamka, "Kalau bekerja sekadar bekerja, kera dihutan juga bekerja". Hehe. Sekedar mengingatkan, dan berharap saya tidak tercyduck atas postingan nirfaedah ini.

Kadang saya berpikir, bangsa kita bukan kurang kompeten dalam bersaing dengan dengan bangsa lain. Hanya saja, bangsa kita doyan mager. Kalau saja dari dulu-dulu bangsa kita ga doyan mager, barangkali program kerja pemerintah sekarang ini bukan lagi membuat sertifikat tanah gratis, tapi sudah mengukur langit untuk dikapling dan ditanami kelapa sawit. Meskipun demikian, saya tetap bersyukur, berkat kepemimpinan bapak Jokowi dengan pembangunan yang begitu masif, Inflasi dipulau Sumatera sebesar 4,5 persen saja. Terbaik Tertinggi se-Indonesia. Selain itu, saya juga berrterimakasih kepada siapapun di negeri ini yang membuat nilai tukar rupiah melemah, berkatnya, penghasilan Google Adsense Publisher berhasil memaksa untuk tersenyum. Ini semua karena Mager, Malas gerak berubah. Mending gini-gini aja kan, bisa bersajak, menikmati senja dan korupsi menjadi pecandu kopi

 Selamat Hari Merdeka !!!!!

Didalam pertumbuhan demokrasi Indonesia, juga mengalami perkembangan yang signifikan. Bagaimana tidak, aksi-aksi unjuk rasa masyarakat Indonesia beberapa bulan belakangan membuat aksi unjuk rasa bermutasi menjadi aksi pendidikan, demo melahirkan alumni. Sebut saja alumni 411, 212. Barangkali angka-angka diatas bisa kalian pertimbangkan untuk memilih tanggal jadian atau memasang nomer togel. Unjuk rasa juga membuktikan bahwa masyarakat memiliki power yang luar biasa. Unjuk rasa bisa membuat media-media makin tumbuh, juga usaha sablon mengalami kenaikan omset dan membuat twitter lebih digandrungi karena twitwor.

Dibidang korupsi, temuan KPK soal E-KTP tentu kiranya bisa kita catat dalam rekor MURI, atau Guinnes World Book Record jika kita tidak malu. Saya tidak munafik loh, kalau ada proyek kadang saya juga pengen beli minum. Minuman yang harganya trilyunan. Bagaimana cara kerja KPK dalam memerangi korupsi juga sejatinya perlu kita soroti, kan KPK bukan lembaga yang diisi para nabi dan tuhan, ya wajar dong KPK tidak saksi diluar negeri seperti tuhan menjaga aib kita. Semangat berantas korupnya bapak-bapak di KPK !!!

Urusan Infrastruktur, pembangunan Indonesia sangat super sekali. Bahkan saking supernya, subsidi untuk berbagai kebutuhan ditarik. Menurut saya sih bagus subsidi ditarik. Premium Pertalite yang tidak disubsidi akan membuat anak muda yang kebut-kebutan dijalan akan mempersoalkan negara ketika ditilang, "Lah pak, kok saya ditilang sih, kan saya ngebut bensinnya gak disubsidi negara lagi....". Tarif listrik juga demikian, dinaikkan agar biaya hidup kita setara dengan biaya hidup mereka di Las Vegas. Agar pendapatan per kapita naik dan kita bisa tertawa ketika dompet kita kosong melompong.

Didalam pertumpuhan IPTEK, bangsa kita mencapai pertumbuhan yang sangat tinggi sekali. Bangsa kita menemukan cabang ilmu pengetahuan baru, yaitu Cocoklogi. Cocoklogi adalah ilmu pengetahuan baru yang berfokus pada cocok-mencocokkan sesuatu tanpa ada penilitian yang ilmiah. Kita harus bangga dan mencari tahu siapa Bapak Cocoklogi, seperti August Comte, yang kita ketahui sebagai Bapak Sosiologi. Penemuan Cocoklogi menemukan bahwa panglima perang Majapahit, Gajah Mada masuk agama islam dan merubah namanya menjadi Gaj Ahmada. Wah, mengagumkan sekali. Andai saja dulu pada masa Majapahit ada Dinas Pencatatan Sipil dan ditemukan arsip Kartu Keluarga atau KTP Gaj Ahmada, pasti ilmu Cocoklogi bisa diajarkan dibangku SMA atau Perguruan Tinggi sekaliber Oxford atau Harvard.

Selamat Hari Merdeka, Indonesia !!!!

You May Also Like

13 komentar

  1. Semoga indonesia kedepanya menjadi bangsa yang bebas korupsi ..

    ReplyDelete
  2. Sangat menginspirasi. Semoga Indonesia semakin cerdas.

    ReplyDelete
  3. Semoga Indonesia jadi negara maju ke depannya.

    ReplyDelete
  4. indonesia merdeka mantab gan riview nya ane suka bgt

    ReplyDelete
  5. semoga tahun tahun kedepannya jadi jauh lebih baik lagi

    ReplyDelete
  6. semoga indonesia menjadi lebih baik dari segala sektor

    ReplyDelete
  7. Indonesia itu negara yang besar, g mudah untuk pemerintah membawa ke arah yang lebih maju apalagi klo masyarakatnya sulit untuk diatur

    ReplyDelete
  8. Maski begitu Indonesia masuh kurang dalam masalah Pendidikan dn Pengembangan daerah tertinggal..

    ReplyDelete
  9. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi indonesia!

    ReplyDelete
  10. Jayalah Indonesiaku, mudah2n Indonesia bs lbh maju dr negara tetangga.

    ReplyDelete
  11. Semangat HUT72, setelah saya membaca artikel di atas saya sangat kagum dengan penulis, karena dsangat memperhatikan di beberapa bidang.

    ReplyDelete
  12. inspirasi banget tulisannya, semoga para korupsi makin ilang di indonesia

    ReplyDelete

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian