Siapa bilang Insidious: The Last Key mengecewakan?

by - 2:28 PM

Sudah menunggu Insidious: The Last Key sejak tahun lalu, ya? Sama. Meskipun di Indonesia penayangan film ini terlambat, insidious the last key rilis di indonesia tanggal 10 januari. Namun rasanya animo untuk film ini harus tetap diacungi jempol. Bagaimana tidak, film Insidious yang keempat ini mengisi 5 studio dibioskop yang saya datangi kemarin. Film ini kiranya akan jadi waralaba yang memorable untuk penikmatnya.

Banyak orang yang bilang kalau Insidious: The Last Key ini jelek, endingnya kurang nendang, sereman Insidious yang sebelumnya. Penilaian ini gak sepenuhnya benar, kok. Balik lagi ke selera masing-masing. Aku pribadi puas dengan apa yang disajikan film ini. Tapi untuk alur cerita, kamu perlu pahamin plot yang ada, supaya gak garing sih. Kalau paham plot yang ada, seram kok endingnya. insha allah mubarokah..
Elise, (Lin Shaye) si nenek legendaris Insidious

Awal film ini bercerita tentang masa kecil Elise Rainier (yang sekarang udah jadi nenek), yang kelam. Masa kecil yang kelam itu karena kemampuan supranatural yang dia miliki. Dia sering melihat hantu. Setiap kali dia melihat hantu, dia hampir selalu disiksa oleh ayahnya. Elise kecil tinggal di New Mexico. New Mexico itu bukan Meksiko di Amerika Latin ya. New Mexico itu negara bagian Amerika dibagian selatan. Dirumah itu, Elise kecil tinggal dengan Christian kecil, saudaranya, ayah dan ibunya. Ayahnya mungkin seorang prajurit perang, mengingat disalah satu scene ayahnya bilang "Aku menghukum orang untuk nafkah", latarnya pun ayahnya menonton televisi dengan latar perang. Entah perang dunia atau perang dingin. Soalnya bicara ideologi Marx. Ibu Elise meninggal karena sesuatu hal yang bakal kamu temuin di film ini. Singkat cerita, kamu bakal maju dikit ke tahun 2010. Elise sekarang. Disitu ada telepon dari klien Elise yang minta rumahnya dibersihkan dari hantu-hantu yang mengganggu. Awalnya Elise menolak permintaan itu, namun akhirnya elise datang keesokan harinya karena berbagai pertimbangan. Dirumah lamanya tersebut, Elise menemukan bagian sekaligus luka yang dia punya ketika kecil hingga remaja. Luka itu terasa hingga berpuluh tahun kemudian, ketika Elise menangani kasus ini.

Jumpscare yang ada di film ini rasanya memang menjengkelkan dengan suara khas film horror Hollywood, bikin kaget. Di beberapa scene, penonton memang harus berteriak. Di salah satu scene ketika Elise menemukan banyak koper, penonton bakal mengira disana ada jumpscare, tapi film ini menyajikan itu dengan apik.

Drama difilm ini rasanya agak berlebih, bagaimana Elise menemukan kepingan-kepingan masa lalu sekaligus keluarganya. Drama ini membuat ketakutan agak sedikit luntur. Ditambah lagi jokes-jokes oleh asisten Elise, sehingga mungkin jika dibandingkan dengan film-film sebelumnya, kurang mantep.

Plot yang ada memang cepat, dan tidak bertele-tele. Kekurangan yang ada dan mungkin sangat terasa oleh para penonton ada dibagian akhir memang, seperti yang aku bilang tadi. Film ini menghadirkan penyelesaian case yang cenderung dramatis untuk sebuah film horror. Namun jika ditarik ke bagian awal film ini, rasanya kamu ga bakal sia-sia menonton film ini. Film ini memang bukan film yang buruk, tapi film ini menghadirkan ending yang membuat kalian bertanya "Kok gitu ya?"

Insidious: The Last Key (2018)

2,5/5

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian