Membaca Poros Pilpres 2019: Sebuah Analisis Semiotika Abal-abal

by - 11:03 AM

Dalam politik, tidak ada yang tidak mungkin. Kalimat klise ini mungkin sudah kamu dengar berpuluh-puluh mungkin beratus kali, disampaikan oleh para politisi. Ya, kalimat memang ada benarnya. Jika kita mundur beberapa tahun sebelumnya, saya sendiri kaget menonton berita dimana partai Golkar bisa berkoalisi dengan PDI-Perjuangan. Lha, gimana ga kaget, tho? Bertahun-tahun dua partai ini berseberangan, bertahun-tahun partai PDI-P mendapat tekanan dari pemerintahan kala itu, yang tampuknya dipegang eyang-eyang dari partai Golkar. Ingat dulu, ketika terpilihnya ketua PDI (Sebelum menjadi PDI-P), pemerintahan ketika itu melakukan intervensi sehingga PDI berbenah menjadi PDI-P.

Tahun 2018-2019 akan panas, bukan karena pengaruh angin muson, tapi karena pilpres. Iya, pilpres. Akan ada banyak perubahan, akan ada banyak hal-hal tidak terduga yang akan kita saksikan. Partai-partai yang berseberangan bisa saja menjadi koalisi, atau sebaliknya, partai yang mesra hari ini bisa saja menjadi oposisi dan kemesraan itu bisa saja cepat berlalu. Sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin. Saya beberkan beberapa prediksi yang akan terjadi tahun depan.

1. Kubu Cikeas - Pak Dhe 2 Periode

Foto: Kompas.com

Percaya atau tidak, cikeas dan Pak dhe hari ini sudah mulai mencairkan suasana, sudah mulai mengendorkan ketegangan yang ada. Mulai dari Peresmian Yudhoyono Institute, hingga yang terbaru ketika Pak Dhe menghadiri Rapimnas di Sentul, beberapa waktu lalu. Apa Kubu Cikeas akan bersatu dengan Pak Dhe? Jangan kemana-mana, saksikan Pilpres 2019

2. Kubu Cendana

Percaya atau tidak, kubu cendana comeback dengan partai Berkarya. Saya percaya kubu cendana akan memberikan warna baru dengan adanya partai Berkarya. Tapi Partai Berkarya, bukan satu-satunya jalur comeback cendana
Source: Tirto


3. Prabowo?

Merdeka.com

Saya pribadi percaya bahwa pak prabowo punya mental petarung sejati. Sejak koalisi Gerindra dan PDI-P yang dibangunnya pra-pilpres 2009 pecah kongsi, pak prabowo membuktikan bahwa dia memang petarung, membuktikan bahwa semangatnya memang tidak ada habis-habisnya. Tapi sedikit saran, tokoh islam hari ini kurang ampuh bila jadi wakil bapak, coba Abraham Samad, pak.

4. Poros baru

Poros baru bukan tidak mungkin terbentuk. Bukan tidak mungkin menang. Mengingat bagaimana muda-mudi indonesia begitu antusias dengan politik hari-hari ini, poros baru mungkin saja terbentuk dan memenangkan pilpres. Bukankah orang baru selalu terasa menyenangkan, dalam hubungan?

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian