Review Acts of Vengeance: Pengacara yang ada-ada aja

by - 1:28 PM

Film ini sebenarnya dirilis 27 oktober tahun lalu, namun entah kenapa di Indonesia sendiri ditayangkan dibulan mei 2018 ini. Sebenarnya film ini bisa menjadi opsi terbaik jika ingin menonton film dibulan Ramadhan Ini. Maklum, saya yakin dari separuh studio yang ada akan diisi oleh Deadpool. Nah, film ini bisa jadi pilihan yang cukup tepat.

Frank Kalera dihadapan nisan anak istrinya


Film ini disutradarai oleh Isaac Floretine, sutradara Israel jebolan Tel. Aviv University. Secara garis besar, film ini bercerita tentang balas dendam Frank Valera (Antonio Banderas). Frank sendiri berupaya mencari pembunuh Anak dan Istrinya. Frank sangat menyesali sedalam-dalamnya tentang pembunuhan anak dan istrinya. Frank hampir gila, dan disebuah malam dia mendapat sebuah ilham, petunjuk agar kehidupannya bisa jadi lebih baik. Frank yang memiliki profesi sebagai pengacara professional tentu paham dengan keganjilan proses penyelesaian kasus tersebut. Setelah sekian lama, kasus tersebut diketahui frank dibekukan, alias dihentikan penyelidikannya. Frank akhirnya turun tangan mencari siapa dalang dari pembunuhan anak dan istrinya tersebut, hingga akhirnya terungkap bahwa pembunuh anak dan istrinya tersebut adalah orang yang pernah menyelamatkannya.

Dari ide cerita, nampaknya ide cerita film ini tidak terlalu wah. Mengingat ide cerita semacam ini sungguh sangat-sangat konvensional. Namun, ide cerita yang b aja ini mampu diselamatkan dengan adegan action dan sedikit drama yang bisa dibilang lumayan. Konflik yang ditampilkan film juga rasanya memiliki andil yang besar dalam menyelamatkan film ini agar bisa lebih baik. Pemilihan aktor juga nampaknya bisa membangun film ini bisa jadi lebih baik. Antonio Banderas yang sudah membintangi segudang film bermain apik dibantu dengan Karl Urban dan Paz Vega. Rewind film ini juga akan membuat penonton penasaran.

Kelemahan film ini adalah dibagian akhir. Film ini seolah menyelesaikan konflik dengan begitu mudah. Penonton terlalu mudah menebak siapa pembunuh anak dan istri Valera, sehingga menimbulkan efek "Oh, segitu". Dari satu babak ke babak lain juga tidak mampu dibuat sedemikian apik, tidak ditunjukkan kenapa dan bagaimana bisa sedemikian rupa. Sehingga bila penonton terlalu kritis, maka film ini terasa kuran nendang.

Film ini suram, sangat suram. Hanya ada sedih, dendam dan sedikit ketenangan didalamnya. Namun bila kamu penyuka buku filsafat, kamu akan bisa dengan mudah menebak akhir film ini dengan tahu buku yang Valera temukan malam itu. Jangan berharap tertawa, itu saja.

Demikian review film act of vengence


Act of Vengeance

3/5

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian