Review film Hereditary: Ketakutan yang Bangsat

by - 8:51 PM

Pekan ini mungkin pekan yang dipenuhi kecemasan jika kalian sudah menonton film Hereditary. Jika belum, maka seharusnya film Hereditary ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk ditonton. Bukan tanpa alasan, film yang meraup 93% positive value dari Rottentomatoes ini memang mencekam, minim jumpscare namun tetap dipenuhi ketakutan. Film yang mirip-mirip black miror ini memang sangat layak dan pantas untuk ditonton. Berikut kita coba review kembali film Hereditary



Paragraf ini berisi sedikit spoiler
-----------------

Film Hereditary ini bercerita tentang sebuah keluarga. Sang nenek yang berumur hampir seabad meninggal dunia. Setelah pemakaman dilaksanakan, banyak keanehan yang terjadi. Makam sang nenek dirusak orang yang tak dikenal, rumah mulai dihantui terror kecil. Sang anak perempuan, Annie Graham (Toni Collette). tidak merasa terlalu sedih. Ketidaksedihan Annie tersebut karena keluarga mereka memang sejak dulu kala mengalami kesedihan yang tidak berujung. Ayah Annie meninggal ketika dia masih berada di kandungan, ayahnya meninggal karena kelaparan, ditambah lagi karena ibunya tersebut memang cenderung intovert alias pendiam. Namun, siapa menyangka bahwa kematian terjadi sekali saja. Tidak lama setelah itu, anak dari Annie, Charlie Graham (Milly Shapiro) juga meninggal setelah kematian sang nenek. Charlie memang sangat sedih dengan kematian sang nenek, tapi kematian Charlie tidak terduga. Annie sangat sedih, sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Annie nyaris gila setelah kejadian tersebut. Saking gilanya Annie, dia sering sleepwalking dan seringkali tak bisa tidur meski sudah capek bekerja seharian. Selain Annie, sang anak lelaki, Peter juga mengalami kejadian aneh. Tidak berselang lama, Annie bertemu dengan Joanie (Ann Dowd). Joanie kemudian bercerita tentang anak beserta cucunya meninggal beberapa bulan sebelumnya karena tenggelam. Setelah mereka saling curhat, setelah sekian lama, Annie dan Joan bertemu lagi disalahsatu toko. Kemudian Joan bercerita bahwa dia berkomunikasi dengan arwah anak dan cucunya melalui sebuah gelas yang sudah dijampi-jampi. Tidak lama setelah itu, Annie datang kerumah Joan dan menyaksikan komunikasi antara Joanie dan cucunya via papan tulis kecil milik cucunya tersebut. Annie ketakutan, namun Joanie memberikan gelas ajaib dan mantra kepada Annie. Kemudian Annie mempraktekannya dirumah bersama anak lelaki dan suaminya, namun semuanya menjadi semakin aneh dan mencekam meskipun mantra dan gelas itu bekerja dengan optimal.

------------------------

Sudah aman. Maaf

Secara garis besar, film ini menyajikan horror yang berbeda dari film horror lain. Film ini tidak hanya menampilkan barang-barang yang bergerak sendiri saja, atau sosok hantu dari dimensi lain. Film Hereditary ini menyajikan bahwa ketakutan yang sebenarnya lahir dari diri manusia itu sendiri. Konsep yang diusung akan membuat penonton cenderung tidak nyaman sepanjang film. Tidak nyaman disini bukan seperti Jigsaw atau film horror gore lainnya, namun dari bencana-bencana maupun halusinasi tokoh yang ada disini. Simpelnya, ketakutan yang disajikan bernilai ngeri-ngeri sedap. Dua Jempol untuk sang sutradara, Ari Aster.

Akting para pemeran yang ada juga bisa dibilang mantap. Toni Collette mampu menggambarkan bagaimana perasaan seseorang setelah kehilangan. Ada sedih, kecemasan, ketakutan dan harapan yang tersimpan dan diekspresikan Annie dengan sangat apik. Ditambah akting Peter dan Charlie yang memang sedari awal memberikan clue pada penonton apa yang akan terjadi. Tokoh ayah didalam film Hereditary ini juga bisa bersikap netral, persis bagaimana seorang lelaki dewasa dalam menghadapi masalah yang menimpanya. Epik. Sekali lagi, mantap.

Sinematografi yang dihadirkan juga bagus. Menempatkan penonton bukan sebagai orang ketiga serba tahu, tapi seolah-olah menjadi tokoh dan menyaksikan terror-terror itu terjadi. Mantap. Sudut pandang yang ditampilkan benar-benar menambah kengerian yang ada.

Namun, kelemahan film ini hanya berada pada akhir film. Memang tidak mengurangi kengerian yang sudah ditampilkan sebelumnya. Namun mengajarkan kita, apa arti warisan sebenarnya.



Hereditary



4,5 / 5

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian