Review Loving Pablo: Cinta Pelakor pada Don Pablo

by - 7:59 PM

Bagi penikmat sejarah, barangkali tidak ada yang tidak mengenal Don Pablo Escobar, Penguasa de facto kolombia dari Medellin pada 80-90an awal. Pengusaha kokain, eksportir, sekaligus anggota dewan perwakilan Kolombia. Nama Escobar sendiri besar karena bisnis kokain dan sebagai dalang sejumlah tindakan kriminal di Kolombia dan negara disekitarnya. Kartelnya, kartel Medellin konon bisa meng-ekspor 70-80 ton kokain ke Amerika Serikat. Pablo juga disebut-sebut memiliki kekayaan bersih senilai 30 miliar USD pada awal 90-an. Pablo Escobar juga terkenal lantaran aktivitas filantropi yang dilakukannya dimasa kejayaannya. Dimasa itu, Pablo membangun perumahan, sekolah, lapangan sepakbola untuk masyarakat kelas bawah di Kolombia. Karena kedemawanannya, banyak masyarakat miskin Kolombia yang menaruh simpati dan menganggap Pablo sebagai pahlawan. Sebelum film Loving Pablo, sebelumnya ada film Sicario dan serial netflix berjudul Narcos, namun film Loving Pablo ini menarik, mengingat film ini dengan sudut pandang Virginia Vallejo, jurnalis yang menjadi pacar alias pelakor Pablo. Mari kita coba Review film Loving Pablo.

Loving pablo, hating escobar

Film ini dengan setting 80-90an, memiliki konsep yang jelas. Hubungan Pablo dengan seorang News Anchor bernama Virginia Vallejo. Apa Virginia Vallejo benar-benar ada? ya, dia benar-benar ada. Dia benar seorang news anchor di Kolombia dan menjalin hubungan spesial dengan Pablo. Cerita dalam film ini diadaptasi dari kisah nyata. Setting 80-90an tentu menambah estetika dari film ini, mengingat properti, fashion maupun keadaan dibuat seolah penonton benar-benar berada dalam masa itu. Ditambah lagi dengan tone apik dan pemeran yang menjiwai karakter didalam film tersebut. Namun, kelemahan film ini berada pada kata "loving", tokoh Virginia cenderung hanya memberikan narasi, bukan sebagai tokoh utama. Apalagi dibagian akhir film, terasa ada kekosongan.

Secara garis besar, bila kita menonton film dengan tokoh pablo escobar lain, film-film yang ada memang selalu menampilkan bagaimana tokoh Escobar menjadi seorang Robinhood, dibenci tapi juga dianggap pahlawan oleh masyarakat miskin. Film Loving Pablo ini pun lebih kurang begitu. Memunculkan bagaimana bisnis narkotika Escobar mampu menimbun begitu banyak kekayaaan, namun juga membuat geram pemerintah Kolombia. Namun dibalik kegeraman tersebut, masyarakat kecil, masyarakat miskin yang ada malah balik mencintai Escobar karena kedermawanannya.

Secara filosofis, film ini juga akan memberikan semacam pelajaran. Pelajaran dari film ini, semua orang jahat memiliki sisi humanis. Setiap orang punya sisi kebaikan yang mungkin tidak kita sadari. Escobar mungkin seorang penjahat extraordinary, namun dibalik kejahatan tersebut, ada perasaan sayang pada keluarga, keinginan berbagi untuk mereka yang membutuhkan. Escobar jauh lebih baik dari dugaan pembunuhan besar-besaran pada polisi, jaksa, hakim dan pejabat di Kolombia dimasa itu,


Loving Pablo

3,5/5

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian