Predawn Thoughts #1

by - 3:03 AM

Tentu saja, kau bukanlah apa yang kau pikirkan. Kau tidak pernah sampai pada apa yang kau pikirkan. Badanmu yang kurus tak pernah melambangkan semangat para pekerja kasar. Rambut yang sengaja kau biarkan memanjang juga tak merepresentasikan semangat perjuangan. Idealisme yang kau pegang juga tak bisa kau ubah menjadi nasi untuk kau makan dimalam hari. Selera musikmu apalagi, yang pada akhirnya hanya  membuat musisi yang kau gilai semakin jauh dari apa yang dia cita-citakan sebelum kau mengenalnya, dulu. Kau bukanlah apa-apa.

image: pixabay

Apa yang kau mau diujung malam ini? Kopi? Kau sudah menyeduhnya lima jam lalu. Buku yang sepantasnya tak kau baca? Kau biarkan menguning dilemarimu, seolah-olah buku itu memang tak pernah kau miliki kesempatan untuk membacanya. Musik kesukaan? Kau bisa membuka aplikasi pemutar musik dan mendengarkannya kapanpun, tapi kau tak pernah memutarnya. Membiarkan lagu itu tergerus kelupaanmu akan waktu. Kekasih? Kau biarkan dia tidur dengan sepi dan tangis saban malam, ketika kau sibuk menggilai dirimu sendiri, ketika kau merasa bekerja dan uang saja yang bisa meredakan tangis dan menghilangkan sepinya. Padahal kau punya cerita dan waktu. Bukankah waktu tak pernah kau dapat kembali seperti uang?


Tapi dia tidak bisa jadi pendengar yang baik...


Kenapa tidak kau biarkan saja dia bercerita tentang plastik, kepalsuan, dan kau lupa segalanya?


Kepalsuan bukan harga yang baik untuk waktu yang hilang

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian