Searching: Thriller yang Jenius dan Kekinian

by - 11:34 AM

Bila kita melihat kecanggihan teknologi hari ini, tentu tidak ada habis-habisnya. Setiap harinya akan selalu ada inovasi baru yang hadir. Begitu pula dengan tindak kriminal, selama manusia punya keinginan untuk melakukan sesuatu, selama itu pula tindak kriminal akan ada dan tidak henti-hentinya terjadi. Searching mengkombinasikan teknologi dengan ketakutan naluriah manusia. Banyak kritikus memuji film ini sebagai karya yang bagus dan harus dinikmati sesegera mungkin. Film ini memang bagus, dari segi teknik maupun ketakutan yang ditimbulkan sepaket dengan kesedihan yang dihadirkan. Berikut aku tulis sedikit tentang film Searching

googling


Film ini disutradarai oleh Aneesh Chaganty, dibintangi oleh John Cho dan Debra Missing. Konon ini adalah film thriller pertama hollywood yang dibintangi Asian-American Actor. Film ini bisa dikatakan unik dari sisi dialog yang ada. Dialog yang digunakan umumnya menggunakan chat melalui aplikasi perpesanan dan video call. Hasilnya? Bisa disaksikan sendiri. Film ini dimulai dengan video pendek dari keluarga David Kim. 10 menit awal mungkin akan membuat para penonton meneteskan airmata. Maklum, memang menguras airmata. Film ini mengkombinasikan ingatan masa lalu, kehilangan, dengan kecemasan.

Film ini mengisahkan tentang David Kim, seorang ayah tunggal. David mempunyai seorang anak bernama Margot. Pada suatu malam, David menghubugi Margot via Facetime. David menanyakan dimana Margot berada, Margot bilang dia sedang berada dirumah temannnya, belajar kelompok. Kemudian Margot mengakhiri telpon. David pun tidur. Ditengah tidurnya, David dihubungi oleh Margot, sayangnya tidur David terlalu pulas hingga tidak bisa mengangkat telpon tersebut. Kemudian David menyadari bahwa ada hal aneh yang terjadi, sebelum 24 jam kemudian menyadari bahwa Kim hilang dan menghubungi 911 untuk pertolongan.

Film ini memng unik dari sisi konsep. Konsep yang unik tersebut mampu mendongkrak rasa penasaran penonton. Nyaris tidak ada celah. Namun aku menyayangkan beberapa scene yang seharusnya bisa disaksikan penonton lebih jelas malah dibuat lewat live dari website tertentu. Aku tidak tahu apakah ini agar lebih dramatis atau punya tujuan lain, namun aku merasa hal ini kurang mampu membuat saya berdecak kagum. Penonton juga mungkin mendapat begitu banyak morral lesson dalam film ini.

Bagian akhir filmnya, twist plot. Ketakutan kalian akan dibayar lunas oleh ending film ini. Tentu saja, akan banyak hal tidak terduga didalm kecemasan dan kesedihan.



Searching


4/5

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian