Sebaiknya Asas Nebis in Idem Diterapkan dalam Hubungan Asmara

by - 3:55 PM

Pertengkaran dalam hubungan asmara adalah hal biasa, tapi mengesalkan. Pertengkaran hampir pasti terjadi. Tua atau muda, sebentar atau lama umurnya hubungan, pertengkaran akan terjadi. Banyak penyebab yang melatarbelakangi hal tersebut terjadi, bisa karena hal sepele, hal besar atau mungkin hanya pengaruh mood saja.

Indahnya hubungan bila minim pertengkaran, dengan nebis in idem


Dalam ilmu hukum, ada asas ne bis in idem, yang secara sederhana dapat diartikan seseorang tidak boleh dituntut dua kali dalam perkara yang sama. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, nebis in idem disebut secara khusus dalam pasal 76 ayat 1, sedangkan dalam KUHPerdata disebutkan secara eksplisit dalam pasal 1917. Asas ini umum dan berlaku universal. Artinya, bila seseorang dijatuhi vonis, dihukum maupun bebas atau lepas, dan berkekuatan hukum tetap, maka orang tersebut dengan perkara itu tidak dapat dituntut untuk kedua kalinya.

Misalnya, pak Setnov yang sudah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada April lalu atas kasus E-KTP, maka siapapun tidak boleh menuntut pak Setnov lagi atas kasus tersebut, karena telah berkedudukan hukum tetap alias inkrah dan diterima pak Setnov. Bayangkan bila hal ini, asas nebis in idem diterapkan dalam asmara? Tentu saja pertengkaran bisa dikurangi, dengan signifikan. Bila kamu melakukan kesalahan, terjadi pertengkaran, kemudian baikan, tidak ada lagi setelah itu ungkit-ungkitan.

Sebagai orang yang pernah melakukan kesalahan dalam hubungan, tentu saja diungkit-ungkitnya kesalahan adalah hal yang menjengkelkan. Karena kesalahan diungkit-ungkit, pertengkaran tidak bisa dihindarkan. Bagaimana tidak, jengkel itu mah. Memang kesalahan tetaplah kesalahan, tapi bila sudah dimaafkan, tentu kurang baik bila terus-terus dibahas dalam hubungan.

Andai nebis in idem diterapkan dalam hubungan, niscaya akan banyak waktu yang tidak digunakan untuk pertengkaran. Akan banyak waktu yang bisa digunakan untuk berbahagia bersama, menceritakan segala keluh kesah, atau membicarakan hal besar lain seperti merebut alat produksi yang dicita-citakan Karl Marx, haha. Tidak, ideologi Marx telah usang, dia tidak terpakai oleh waktu yang berubah menjadi uang dalam setiap detiknya. Kalian bisa membicarakan hal lain seperti kenapa saldo di rekening kalian hampir sama banyak dengan jumlah pulau di Indonesia, atau Lamborghini mana yang paling keren yang dimiliki bang Hotman Paris. Apa saja, gunakan waktu kalian lebih sedikit untuk pertengkaran.

Nah, sebaiknya bagaimana agar kesalahan yang kamu lakukan tidak diungkit terus-terusan?  Caranya mudah. Kencanilah orang hukum. Maka ketika dia mulai mengungkit-ukit kesalahan, kamu bisa dengan mudah bilang, "NEBIS IN IDEM SAYANGGGGGGG"....

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian