kepergian

by - 3:10 PM

Ketika aku kecil, mungkin berumur 4-5 tahun, tanteku punya pacar. Ya, dia dimasa itu ia masih lajang. Sebagai anak kecil yang masih lucu dan comel, aku pun sering diajak pergi, entah itu sekedar makan-makan atau sekedar mutar-mutar. Hubunganku dengan pacar tanteku ini pun bisa dibilang sangat baik. Selain karna oom itu baik, tentu juga didukung sifatku yang tidak begitu rewel ketika kecil. 

foto hanya pemanis



Pada satu malam, kami bertiga pergi ke pasar malam. Pasar malam itu ditempuh dengan menggunakan motor, kira-kira 3-5 menitan. Sesampai disana, kami makan bakso. Ya, bakso. Setelah makan kami pun bergegas pulang. Nah, sesampai dirumah nenek, aku diantarkan sampai kedalam rumah. Rasanya ketika itu aku diajak ngobrol nenek, ya seingatku. Nah selang beberapa waktu, aku kehilangan mereka. Kehilangan ante dan oom itu, mereka pergi entah kemana. Aku pun menangis, karna ndak mau ditinggalkan. Menangis benar-benar menangis karna merasa tidak disayang mereka lagi, ketika itu. Setelah puas menangis, aku rasanya tertidur. Ya, baru bangun pagi dan lupa semalam nangis parah haha. 

Beberapa bulan kemudian, oom dan anteku pun bertunangan. Setelah beberapa bulan bertunangan, sayangnya pertunangan mereka dibatalkan, dan sampai sekarang aku pun masih belum tau kenapa pertunangan itu dibatalkan. Pernah beberapa kali lidah gatal mau nanya, tapi aku pikir lebih baik pertanyaan itu disimpan begitu saja, tidak ditanyakan. Pun sekarang tanteku sudah menikah dan sudah beranak dua orang pula.

Beberapa tahun kemudian, ketika aku masih SMA, aku tanpa sengaja ketemu oom itu ketika ingin memangkas rambut. Ketika dia kupanggil "oom", dia bertanya "Kok manggil oom? Tua kali ya keliatannya?". Aku pun terdiam. Kupikir dia mengingat anak kecil yang saban malam dia bawa kemanapun ia dan dan mantan pacarnya pergi. Haha. Aku pun kemudian mengalihkan obrolan tentang kejadian di kampung hingga pekerjaan dan obrolan ringan lainnya. Sebenarnya aku takut bicara setelahnya. Aku sadar dia sudah lupa tentang aku sepenuhnya. Aku takut dia ingat dan merasa bersalah atau mengingat hal-hal yang tak semestinya ia ingat dimasa ini. Sepanjang pulang dari tempat pangkas rambut tersebut, aku masih berpikir kenapa mereka berpisah. Padahal kupikir mereka adalah pasangan yang kompak dan baik, setidaknya dibandingkan tanteku yang satunya, yang tak pernah mengajakku kemana pun mereka pergi. Setidaknya.

Beberapa hari kemarin, aku pun mengingat kisah cinta mereka ketika temanku bercerita dia punya keponakan baru. Kutitipkan pesan padanya agar jadi tante yang baik, supaya keponakannya tidak menangis sesegukan karena tidak tahu alasan ia ditinggalkan.

You May Also Like

0 komentar

ABOUT ME

About Me

IRFAN HIDAYAT YUSMARTIN

Living life and peace

Kampar, Indonesia

Kolom Pencarian